tita

Posts Tagged ‘penelitian’

Rekam Medis Elektronik untuk Koas: substory of 1st Indonesia Industry Research Forum 2010

In Learning Path on December 21, 2009 at 2:30 pm

Hehehe, judulnya kereeeen. Judulnya doang. Tanggal 1 Desember 2009 kemarin, saya kedapetan rejeki nomplok sekaligus ketiban sampur. Gara-gara si bos yang bikin proposal penelitian hibah RUSNAS cabut ke Pittsburgh, “terpaksa” saya yang harus menyelesaikan “dosa-dosa” yang sudah kami buat terhadap anak-anak koas. Hehehe…

Ceritanya gini.

Dokter-dokter, terutama yang senior itu males banget disuruh memasukkan rekam medis pasien ke dalam file elektronik. Itu ide awalnya. Sedangkan koas (yang notabene bakal jadi dokter, kecuali kalo nyasar kayak saya dan si bos), memiliki kesadaran akan teknologi yang tinggi dan kebanyakan punya laptop sendiri.

Nantinya koas-koas inilah yang akan memakai rekam medis elektronik (yang sekarang belum dipakai dengan baik itu). Makanya, si bos beride untuk mengembangkan aplikasi rekam medis elektronik untuk pembelajaran koas. Aplikasi itu diharapkan dapat digunakan koas untuk berbagi kasus yang dipelajari dengan teman-teman dan sebagainya.

Penelitian yang berlangsung beberapa bulan itu akhirnya selesai juga, dengan berkrang-kring telepon saya ngejar-ngejar koas buat ngumpulin catetan kasus mereka, berkriting-kriting saya pindai kasus mereka dan analisis bentuk rekam medis yang mereka buat, dan berbuih-buih saya nulis laporan akhir yang bagaikan skripsi S1 saya.

Bedanya, skripsi saya itu selesai setelah berjuta2 ralat selama 2 tahun oleh si bos (yap, orang yang sama, beliau pembimbing skripsiku juga) sedangkan laporan akhir ini lolos dari pengamatannya soalnya beliau sudah cabz into the Pitts, jadi selesai dalam 2 hari, YAY!

Akhirnya tanggal 1 Desember 2009, saya angkut-angkut banner hasil penelitian ke Hotel Borobudur, Jakarta. Dapet kamar di hotel yang sama, sementara Wakil Dekan saya nggak dapet kamar, hedehh, panitia.. Saya jadi nggak enak juga, tapi gimana wong saya sudah menata kamar sedemikian rupa kaya kos-kosan. Duduk semeja sama dosen-dosen saya dari Bagian Penyakit Dalam, Farmakologi sama Fisiologi. Ya ampun ngimpi apa saya..

Saya udah bayangin yang enggak-enggak. Harus presentasi aplikasi dan keseluruhan penelitian di depan bos-bos lain di Fakultas Kedokteran UGM. Rasanya udah mau semaput. Tapi untung, jantung ini ternyata agak nekat, jadi dengan aplikasi yang belum memuaskan (menurut saya) dan penampilan yang paling mbak mbak di antara semua akademisi, saya tetep bisa melangkah dari Bogor Cafe ke Flores Room dan bertahan di sana sampai akhir acara. Hahaha…

Saya cukup terkejut bahwa ternyata kami peneliti tidak difasilitasi untuk menampilkan hasil penelitian kami selain banner. Waktu itu selain presentasi, saya membayangkan ada tempat display di mana saya bisa mendemokan aplikasi rekam medis elektronik yang kami buat. Akhirnya pada pertemuan itu saya malah ngobrol dengan staf LPPM dari Universitas Pancasila dan seorang wartawan yang nggak saya tanyain dari mana (what was I thinking?).

Dan dengan manisnya melihat diskusi pihak akademi dengan pihak industri… Basically pihak akademi sudah punya kerja sama dengan pihak industri, cuman memang belum well-organized dan tidak tampak dari luar. Produk yang dihasilkan belum terlalu terekspos kepentingan komersial. Padahal, ide akademisi kita itu banyak, kualitas akademisi kita (dan juga industri kita) sebetulnya nggak kalah sama luar, pinter, kreatif (dan kere tapi aktif)… Sayangnya ada kata kerenya. Alokasi dana untuk penelitian kurang kah?

Saya jadi inget orang-orang di National Geographic TV, mereka itu kan peneliti juga toh? Tapi di luar negeri, kemampuan seseorang itu benar-benar dihargai. Mereka bener-bener bisa make a living just by being a researcher. Sedangkan orang Indonesia yang pinter-pinter (kayak temen-temen saya yang dari ITB dan pernah diulas di Kick Andy) merasa mendingan lari ke luar negeri, di sini gajinya nggak seberapa, apresiasinya nggak seberapa.

Wahh, jadi melebar kemana-mana.. Yang pengen tau lebih dalam tentang penelitian kami yang bertajuk “Pengembangan Prototipe Aplikasi Rekam Medis Elektronik untuk Pembelajaran Mahasiswa Profesi Kedokteran FK UGM” silakan tinggalkan pesan atau komen :) Mari kita bertukar pikiran..

Advertisements

9 Langkah Metode Delphi

In Learning Path on November 10, 2009 at 1:55 pm

Akhir tahun, akhir tahun..

Teman-teman yang berenang-renang dalam kubangan proyek dan nasibnya dipengaruhi sedikit banyak oleh anggaran daerah pasti sama seperti saya, sedang puyeng. Akhir tahun means hujan deadline. Biar nggak setres, saya menyempatkan diri menulis apa yang barusan saya pelajari di tengah kepuyengan saya.

Delphi Study. Atau Delphi Approach. Atau Delphi Method. Sama saja, itu yang baru saya pelajari. Bukan bahasa pemrograman, tapi metode penelitian dengan menggunakan pendekatan Delphi. Dulu sih yang saya tau, cara mengumpulkan informasi dalam penelitian itu cuma menggunakan pendekatan kuantitatif atau kualitatif, menggunakan data primer atau sekunder, dengan wawancara langsung, diskusi kelompok terarah (atau dikenal luas dengan Focused Group Discussion/FGD), kuesioner dan lain-lain. Tapi Delphi Study, baru denger.. :P

Metode Delphi adalah cara mendapatkan informasi, membuat keputusan, menentukan indikator, parameter dan lain-lain yang reliabel dengan mengeksplorasi ide dan informasi dari orang-orang yang ahli di bidangnya, yaitu dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh ekpertis atau praktisi yang kompeten di bidang yang akan diteliti, kemudian hasil kuesioner ini direview oleh pihak fasilitator atau peneliti untuk dibuat summary, dikelompok-kelompokkan, diklasifikasikan dan kemudian dikembalikan pada ekspertis dan praktisi yang sama untuk direview, direvisi dan begitu seterusnya dalam beberapa tahap yang berulang.

Dengan metode seperti ini, partisipan yang meliputi ekspertis dan praktisi dapat memberikan pendapat dan opini dengan bebas dan objektif, tanpa takut disalahkan, bahkan dapat merevisi pendapat mereka yang sebelumnya. Sehingga hasil diskusi yang diperoleh dapat bersifat sereliabel mungkin.

Setelah gugling dan dilimpahi beberapa literatur oleh Pak Anis (yang hopefully akan saya coba implementasikan within the week), saya ingin meringkas langkah-langkah metode Delphi dalam 9 langkah mudah :

  1. Tentukan periode waktu
  2. Tentukan jumlah putaran pengambilan pendapat
  3. Tentukan apa saja yang akan didefine
  4. Tentukan ahlinya
  5. Tentukan input apa yang akan diharapkan dari mereka
  6. Review literatur oleh para ahli tersebut (kriteria dan tujuan)
  7. Pelaksanaan sesi diskusi dan feedback iteratif bersama ekspertis
  8. Perumusan hasil dari sesi diskusi dengan pengelompokan, pengkategorian, ataupun pemeringkatan
  9. Menyepakati hasil diskusi dan feedback

Nama Metode Delphi memang sophisticated (udah bayangin bahasa pemrograman aja), tapi sebenernya ide metode ini sudah ada sejak tahun 1970-an. Yang berbeda, mungkin media yang digunakan. Pengambilan input, review, diskusi dan sebagainya dapat dilakukan dengan pertemuan tatap muka, via telepon, e-mail, sampai dengan e-meeting.

Semoga berguna. Mohon masukannya ya semuanya, yang sudah pernah implementing mungkin? :)