tita

Archive for October, 2009|Monthly archive page

FOSS for Health in Global Conference on Open Source (GCOS)

In Learning Path on October 30, 2009 at 4:31 pm

Saya sangat gembira dan merasa sangat beruntung ikut workshop FOSS for Health yang merupakan bagian dari rangkaian acara GCOS di Jakarta kemarin. Sebagai anak bawang di dunia health informatics, banyak wawasan baru yang saya dapatkan.

Kalo boleh saya rangkum, ada beberapa isyu penting yang muncul berkali-kali terkait dengan perkembangan teknologi informasi kesehatan di Indonesia. Ada isyu mengenai standardisasi dan kendala interoperabilitas, kaitannya dengan data sharing, yang kemudian diikuti oleh penjelasan Bu Putri Saptawati dari ITB mengenai OpenEHR yang dapat berfungsi sebagai adapter, untuk menjembatani kesulitan-kesulitan itu.

Pada workshop itu juga, ada beberapa peserta yang belum paham konsep open source yang sebenarnya, yaitu bahwa software ataupun operating system yang free atau open source itu bukan berarti gratis segalanya ataupun tidak berlisensi.

Secara pribadi, yang paling menarik dari workshop hari itu adalah presentasi terakhir dari Pak Agung Alfiansyah tentang software open source untuk medical imaging. Biarpun kelihatannya ruwet (dan sepertinya memang ruwet), tapi ini benar-benar info baru untuk saya. Sangat menarik dan kesempatan yang besar untuk mengembangkannya mengingat RSUP Dr. Sardjito (tempat saya berkoas ria dulu) yang adalah salah satu center pendidikan kesehatan yang besar, bahkan belum menggunakan teknologi yang di mata saya sangat sophisticated ini.

Terus terang ini forum besar pertama yang saya hadiri, saya sampai bingung mikir apa dan gimana menyampaikannya. Tapi yang jelas forum ini benar-benar mengajak saya untuk berpikir dan belajar melihat yang “tidak terlihat” :)

Advertisements

Nyobain Flock : Semacam Web Browser

In Daily Blurbs, Random Finds on October 28, 2009 at 3:38 pm

Baru asik eksplorasi indikator di WHO SIS, tiba2 seorang teman di Twitter melontarkan sepotong kalimat tentang Flock. Entah saya yang katrok atau gimana, saya belum pernah denger sama sekali. Parah. Katanya sekolah di MTI… hahaha

FlockBegitu buka websitenya, saya langsung tertarik buat download dan install versi 2.5 nya di laptop. Sampe sekarang masih exploring what Flock offers. Dan sampe sekarang masih amazed dengan lengkapnya dan betapa social supporting nya Flock. Meskipun belum ada sejam saya sudah menyesalkan ketidakmampuannya Flock buat managing multiple account, seperti saya yang menjalankan 3 akun Twitter (yang selama ini saya lakukan dengan bantuan Hootsuite, Twhirl dan Echofon).

Dan yang sedang saya lakukan ini adalah mencoba posting blog dari Flock (bukan dari web yang bersangkutan ya). Ada satu lagi yang saya masih penasaran, bisa nggak ya memasukkan aku Twitpic, Tumblr, YM, Skype dan Goodreads saya di Flock. Hehehe… kok jadi pemalas yang ngarep gini ya? Hehehe…Nggak papa, semua dimulai dari angan-angan.. Angan-angan buat males maksutnya :D

Blogged with the Flock Browser

Jadilah Yang Pertama

In Daily Blurbs on October 21, 2009 at 12:24 pm

Ahh, udah lama nggak posting karena beberapa kesibukan akhir-akhir ini. Eyang meninggal, adik masuk rumah sakit, dan kuliah sabtu minggu. Di kuliah kemarin aku kebagian tugas presentasi tentang Dell Computer Corp. Mata kuliahnya Sistem Informasi, tapi materi artikelnya dari buku Business Essentials edisi 5 Ebert & Griffin yang latar belakangnya manajemen dan bisnis. Aku sempet lost in space beberapa kali mencari sari yang harus ditangkap dari artikel itu. Ini pasti karena pengetahuan bisnisku yang minim dan pengetahuan umumku tentang komputer yang minim, sampe akhirnya kepepet pagi-pagi bikin presentasi pas Pak Bayu presentasi (ampun Pak Bayuu..).

The most learned lesson dari perjalanan Dell Computer Corp. adalah :

Kalo nggak bisa jadi yang terbaik, jadilah yang pertama

Saat itu (1994) perusahaan komputer yang paling jaya adalah IBM, dan there is no way Dell bisa mengalahkan kejayaannya kalo dia nggak punya inovasi. akhirnya Dell pake sistem direct and customized online shopping di website yang menggunakan teknologi customer service (salah satunya adalah Ask Dudley!) yang cukup advanced (di masa itu) untuk pelayanan purna jual yang saat itu belum digunakan oleh perusahaan komputer lain.

Itu menuru versiku lho.. Dan dengan berbagai cara aku berusaha buat menjelaskan dalam presentasiku, tapi memang susah ya menjelaskan dengan bahasa Venus kepada orang-orang Mars*… Yah, itu jadi another lesson learned, aku harus belajar menyampaikan pendapat pada orang-orang dengan latar belakang berbeda.

*PS : aku satu2nya perempuan di kelas. dan satu2nya yang dari kedokteran di kelas. super roaming deh pokoknya..
Materi presentasiku kemarin bisa didownload di sini

Potensi LB1

In Learning Path on October 3, 2009 at 3:07 pm

Jumat kemarin kami mendapat kunjungan istimewa dari Pak Haryanto (Dinkes Sleman) dan Mbak Lala & Mbak Ina (mahasiswa MTI XI.. baca : kakak kelas, hoho).

Kami memulai diskusi hari itu dengan Tupoksi SOTK sesuai Perda 9 Tahun 2009, bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota terdiri dari sejumlah bidang yang masing-masing membawahi beberapa seksi, dengan proses kerja, hasil kerja dan outcome yang beragam. Seperti juga daur hidup data dan informasi yang lain, daur hidup data dan informasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman juga diawali dari Input (sumber data), Processing (pengolahan) dan berhilir di Output (hasil berupa rekapitulasi dan laporan) … *IPO kalau orang IT bilang…

Input data untuk level kabupaten/kota lebih banyak berasal dari LB (Laporan Bulanan Puskesmas) dan format laporan W (wabah) dibandingkan RL (Laporan Rutin Rumah Sakit) yang lebih banyak menjadi “urusan” dinas kesehatan tingkat provinsi. Dari sekian banyak bentuk LB tersebut, LB yang paling “populer” adalah LB1 yang mencatat data kesakitan di tingkat Puskesmas.

Banyak informasi penting yang terdapat dalam LB1 yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Saat ini di Dinkes Sleman, LB1 diolah oleh seksi kesehatan dasar dan rujukan (Kesdas) menjadi tabel kunjungan Puskesmas. Padahal sebenarnya LB1 sebenarnya juga merupakan sumber data yang diperlukan oleh seksi kesehatan khusus, kesehatan keluarga, pencegahan penyakit dan seksi-seksi lainnya. Namun pengolahan data dari LB1 dan pemanfaatannya belum terkoordinasi dan terintegrasi dengan baik sehingga belum dapat menghasilkan laporan yang “berbunyi“.

Padahal Kabupaten Sleman termasuk daerah administratif yang maju, memiliki data yang lengkap, sumber daya yang berpotensi, dan merupakan salah satu center kesehatan dengan adanya rumah sakit rujukan tipe A dan fakultas kedokteran bereputasi menonjol di wilayahnya.

Pak Anis Fuad, Pak Haryanto, Harry, Mbak Lala, Mbak Ina, dan saya sepakat bahwa dengan sedikit niat dan effort untuk touch up di pengolahan data dan permainan query di database Dinkes Sleman, sebenarnya dapat dihasilkan banyak cerita yang menarik mengenai sistem kesehatan di Kabupaten Sleman.

Mbak Lala dan Mbak Ina tampaknya akan bermain-main lebih lanjut dengan LB1, dibantu dengan Harry yang menguasai seluk beluk sistem informasi di Dinkes Sleman, sementara Pak Haryanto akan terus mendukung dari lapangan. Sedangkan saya serupa tapi tak sama, juga sedang bermain-main dengan data di Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Semoga niat bermain kami ini dapat memberikan dan mengungkapkan manfaat bagi banyak pihak ya… Tunggu kabar kami selanjutnya ;)